Dalam Islam, umroh bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ibadah ini menyimpan begitu banyak keutamaan, mulai dari menghapus dosa di antara dua umroh, menjadi pahala yang setara dengan jihad bagi wanita, menghilangkan kemiskinan dan dosa, hingga menjadi jalan menuju surga melalui umroh yang mabrur. Seluruh keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadits-hadits shahih yang menjadi pedoman umat Islam.
Ada kerinduan yang datang tanpa benar-benar bisa dijelaskan. Mungkin truFriends pernah merasakannya saat melihat Ka’bah di layar ponsel dan tanpa sadar berhenti lebih lama dari biasanya. Atau ketika mendengar cerita seseorang yang baru pulang umroh, lalu hati berbisik pelan, “Kapan ya Allah mengundangku?”
Dalam Islam, perasaan itu dikenal sebagai syauq, kerinduan kepada Baitullah yang tumbuh karena hati ingin semakin dekat kepada Allah SWT. Kerinduan itu tidak selalu datang dengan cara yang sama. Ada yang hadir setelah doa-doa panjang, ada yang tumbuh di tengah kesibukan, dan ada pula yang muncul begitu saja, seolah Allah SWT sedang mengetuk hati untuk mulai melangkah.
Barangkali itulah mengapa umroh bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Di balik setiap langkahnya, Rasulullah SAW menjelaskan berbagai keutamaan yang begitu besar—mulai dari penghapusan dosa, pahala yang berlipat, hingga kabar gembira bagi mereka yang meraih umroh mabrur.
Jika akhir-akhir ini truFriends merasa hati semakin tertarik untuk mengenal umroh lebih dalam, mungkin inilah saat yang tepat untuk memahami keutamaan-keutamaan yang Allah SWT siapkan bagi para tamu-Nya.
Lalu, apa saja keutamaan ibadah umroh dalam Islam? Berikut penjelasannya berdasarkan hadits-hadits shahih Rasulullah SAW.
Apakah Umroh Bisa Menghapus Dosa?
Ya. Rasulullah SAW bersabda bahwa umroh yang satu hingga umroh berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar. Inilah salah satu keutamaan ibadah umroh yang membuat banyak Muslim terus merindukan kesempatan untuk kembali ke Tanah Suci.
Rasulullah SAW bersabda:
“Antara umroh yang satu dan umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa umroh bukan hanya tentang menunaikan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah. Di balik setiap thawaf, sa’i, dan doa yang dipanjatkan, Allah SWT memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali dengan hati yang lebih bersih.
Namun, keutamaan ini bukan berarti umroh menjadi alasan untuk meremehkan dosa atau menunda taubat. Sebaliknya, ia menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun kekhilafan seorang hamba, Allah SWT selalu membuka jalan untuk kembali selama ia sungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri.
Tidak sedikit jamaah yang mengaku membawa pulang sesuatu yang tidak terlihat oleh mata. Bukan oleh-oleh dari Tanah Suci, melainkan ketenangan yang membuat mereka lebih menjaga salat, lebih berhati-hati dalam bersikap, dan lebih sadar bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Barangkali, perubahan terbesar setelah umroh memang bukan hanya karena pernah melihat Ka’bah secara langsung. Melainkan karena sejak itu, hati selalu ingin kembali, bukan hanya kembali ke Baitullah, tetapi juga kembali kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. truFriends bisa membaca lebih lanjut tentang 10 Keutamaan Haji dan Umrah yang mendatangkan ketenangan hati untuk memahami dampak spiritualnya secara lebih menyeluruh.
Apa Perbedaan Pahala Umroh di Bulan Ramadhan dengan Waktu Lainnya?
Umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat istimewa. Rasulullah SAW bersabda bahwa umroh yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan memiliki pahala yang setara dengan haji bersama beliau. Keutamaan ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak Muslim mempersiapkan perjalanan umroh Ramadhan jauh-jauh hari.
Rasulullah SAW bersabda kepada seorang wanita Anshar yang belum dapat berhaji bersama beliau:
“Apabila Ramadhan tiba, tunaikanlah umroh, karena umroh di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
“…sebanding dengan haji bersamaku.”
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan umroh di bulan Ramadhan. Meski tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu, Allah SWT melipatgandakan pahala umroh pada bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Tak heran jika banyak Muslim menjadikan umroh Ramadhan sebagai impian yang ingin diwujudkan setidaknya sekali seumur hidup. Menjalankan ibadah di Tanah Suci pada bulan yang paling mulia menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda, karena setiap amal kebaikan dilakukan dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan.
Bagi truFriends yang sedang merencanakan umroh Ramadhan, persiapan sebaiknya dilakukan sejak jauh hari. Selain karena tingginya minat jamaah, persiapan fisik yang matang, kelengkapan dokumen, hingga perlengkapan ibadah, akan membantu truFriends lebih fokus menjalani setiap rangkaian ibadah tanpa terbebani hal-hal teknis selama berada di Tanah Suci.
Mengapa Umroh Disebut sebagai Jihad bagi Wanita?
Rasulullah SAW menyebut haji dan umroh sebagai bentuk jihad bagi wanita. Sebutan ini menunjukkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar ibadah, tetapi juga perjuangan yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau menjawab, “Ya, jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umroh.”
(HR. Ibnu Majah dan Ahmad, dinilai shahih)
Hadits ini memberikan makna yang begitu mendalam bagi seorang Muslimah. Meski tidak diwajibkan berjihad di medan perang seperti laki-laki, Allah SWT tetap memberikan jalan bagi wanita untuk meraih keutamaan melalui haji dan umroh.
Perjalanan ini memang tidak mudah. Ada usaha untuk menabung dan mempersiapkan biaya, meninggalkan rutinitas serta keluarga untuk sementara waktu, hingga menjaga stamina agar mampu menyelesaikan setiap rangkaian ibadah di tengah padatnya jamaah. Namun, di balik semua itu, ada perjuangan yang sering kali tidak terlihat, menjaga kesabaran, menahan lisan, meluruskan niat, dan berusaha menghadirkan hati sepenuhnya hanya untuk Allah SWT.
Mungkin inilah mengapa banyak Muslimah merasa pulang dengan hati yang berbeda setelah umroh. Bukan semata karena telah sampai di Tanah Suci, tetapi karena setiap langkah, setiap doa, dan setiap ikhtiar yang mereka jalani bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Bagi truFriends yang sedang mempersiapkan keberangkatan, jangan hanya mempersiapkan dokumen dan perlengkapan perjalanan. Luangkan juga waktu untuk mempersiapkan hati, memperbanyak ilmu tentang manasik, serta menjaga kondisi fisik agar setiap rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Apa Hubungan antara Umroh yang Berulang dengan Penghapusan Kemiskinan?
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan haji dan umroh secara berulang apabila Allah SWT memberikan kemampuan. Dalam sebuah hadits, beliau menjelaskan bahwa kedua ibadah tersebut menjadi sebab dihapusnya kemiskinan dan dosa, sebagaimana api menghilangkan karat pada besi. Inilah salah satu keutamaan umroh yang begitu agung dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ikutkanlah haji dengan umroh, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana tungku api menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala bagi haji yang mabrur selain surga.”
(HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i, dinilai hasan shahih)
Sekilas, hadits ini mungkin dipahami sebagai janji bahwa setiap orang yang berumroh akan menjadi kaya. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa makna menghilangkan kefakiran jauh lebih luas daripada sekadar bertambahnya harta.
Allah SWT dapat melapangkan rezeki dengan berbagai cara, baik melalui kemudahan dalam urusan dunia maupun dengan menghadirkan keberkahan atas rezeki yang telah dimiliki. Pada saat yang sama, Allah SWT juga menumbuhkan rasa cukup (qana’ah) di dalam hati, sehingga seseorang tidak lagi terus-menerus merasa kurang meski telah memiliki banyak hal.
Barangkali, inilah salah satu hikmah terbesar dari ibadah umroh. Ketika hati semakin dekat kepada Allah SWT, cara seseorang memandang rezeki pun ikut berubah. Ia belajar bahwa kekayaan bukan hanya tentang apa yang dimiliki, tetapi juga tentang kemampuan untuk mensyukuri apa yang telah Allah SWT titipkan.
Bagi truFriends, hadits ini juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju Baitullah tidak pernah sia-sia. Selain menjadi ikhtiar untuk meraih ampunan, umroh adalah kesempatan untuk memohon keberkahan hidup, baik berupa kelapangan rezeki, ketenangan hati, maupun kemudahan dalam menjalani setiap fase kehidupan.
Bagaimana Umroh Mempersiapkan Hati untuk Kehidupan yang Lebih Baik Setelahnya?
Umroh yang mabrur tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan yang terus dijaga setelah kembali ke rumah. Semakin dekat kepada Allah SWT, semakin berhati-hati dalam meninggalkan maksiat, dan semakin semangat dalam beramal saleh adalah di antara tanda-tanda yang dijelaskan para ulama — tanda yang juga sejalan dengan pengertian haji mabrur dan ciri-cirinya yang selama ini menjadi tujuan setiap jamaah. Inilah keutamaan umroh yang paling berharga: bukan hanya apa yang dirasakan selama berada di Makkah, tetapi juga apa yang terus hidup di dalam hati setelahnya.
Setiap Muslim tentu berharap agar umroh yang dijalaninya menjadi umroh yang mabrur. Sebab, perjalanan ini bukan sekadar tentang sampai di Tanah Suci, melainkan tentang bagaimana seseorang pulang dengan hati yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu tanda umroh mabrur adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Seseorang menjadi lebih menjaga salatnya, lebih berhati-hati dalam bertutur kata, lebih mudah memaafkan, dan terus berusaha mempertahankan kebiasaan baik yang dibangun selama berada di Tanah Suci. Perubahan inilah yang menjadi bekal agar nilai-nilai umroh tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, persiapan umroh tidak hanya berkaitan dengan dokumen, tiket, atau biaya perjalanan. Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan hati—meluruskan niat, memperbanyak taubat, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan membekali diri dengan ilmu agar setiap ibadah dijalankan dengan penuh kesadaran.
Di sisi lain, persiapan fisik dan perlengkapan yang matang juga membantu truFriends menjalani ibadah dengan lebih nyaman. Ketika tidak perlu lagi direpotkan oleh hal-hal teknis, perhatian dapat lebih terfokus pada doa, dzikir, dan setiap momen berharga selama berada di Baitullah.
Untuk itulah L.tru menghadirkan Bless Set, sebuah paket perlengkapan umroh yang dikurasi khusus untuk Muslimah. Dalam satu travel pouch berbobot sekitar 1 kg, truFriends akan mendapatkan 9 perlengkapan esensial dari kepala hingga kaki yang dirancang untuk mendukung kenyamanan selama beribadah di Tanah Suci. Dengan persiapan yang lebih praktis, truFriends memiliki lebih banyak ruang untuk mempersiapkan hal yang paling penting: hati yang siap memenuhi panggilan Allah SWT.
Keutamaan Lain Ibadah Umroh yang Juga Perlu Diketahui
Selain berbagai keutamaan yang telah dijelaskan di atas, masih ada dua keutamaan lain yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Meski mungkin tidak sepopuler penghapusan dosa atau pahala umroh di bulan Ramadhan, keduanya menyimpan makna yang begitu istimewa bagi setiap Muslim yang mendapat kesempatan berkunjung ke Baitullah.
Menjadi Tamu Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda:
“Para tamu Allah ada tiga: orang yang berjihad, orang yang berhaji, dan orang yang berumroh.”
(HR. An-Nasa’i, dinilai shahih)
Disebut sebagai tamu Allah SWT adalah sebuah kemuliaan yang tidak semua orang peroleh. Sebab, sebanyak apa pun ikhtiar yang dilakukan, pada akhirnya hanya Allah SWT yang memberi izin dan kesempatan kepada seseorang untuk datang ke Baitullah.
Karena itu, banyak Muslim meyakini bahwa keberangkatan umroh bukan sekadar hasil dari kesiapan biaya atau waktu, tetapi juga karena Allah SWT berkenan mengundang hamba-Nya untuk menjadi tamu di rumah-Nya.
Kesempatan Memperbanyak Doa dan Istighfar
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang berhaji dan berumroh adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah mengabulkan. Dan jika mereka meminta ampun, Allah mengampuni.”
(HR. Ibnu Majah, dinilai hasan)
Hadits ini menjadi pengingat bahwa setiap momen selama umroh adalah kesempatan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT melalui doa dan istighfar. Tidak sedikit jamaah yang telah menyiapkan daftar doa bahkan sebelum keberangkatan, berharap dapat memanjatkannya di hadapan Ka’bah, saat thawaf, atau di tempat-tempat yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Bagi truFriends, jangan lupa siapkan bukan hanya daftar barang bawaan, tetapi juga daftar doa untuk orang yang berangkat umroh yang ingin dipanjatkan bersama keluarga sebelum keberangkatan. Sebab, sering kali yang paling berharga untuk dibawa pulang dari Tanah Suci bukanlah oleh-oleh, melainkan hati yang dipenuhi harapan dan keyakinan kepada Allah SWT.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa hukum umroh dalam Islam? Hukum umroh adalah wajib sekali seumur hidup menurut pendapat yang rajih (kuat) dari mazhab Syafi’i dan Hanbali, berdasarkan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 196 dan hadits Rasulullah SAW. Mazhab Hanafi dan sebagian Maliki berpendapat sunnah muakkadah. Truefriends sebaiknya berkonsultasi dengan ustadz untuk mengikuti pendapat yang sesuai.
Apakah umroh bisa dilakukan berkali-kali dalam setahun? Bisa. Tidak ada batasan berapa kali umroh bisa dilaksanakan dalam setahun. Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan umroh berulang-ulang karena keutamaan penghapus dosa di antara dua umroh. Yang perlu diperhatikan adalah setiap umroh baru dimulai dengan ihram baru dari miqat.
Apakah pahala umroh sama dengan pahala haji? Tidak sepenuhnya sama. Haji memiliki keutamaan yang lebih besar karena mencakup Wukuf di Arafah dan rangkaian ibadah yang lebih panjang — truFriends bisa menyimak 10 Perbedaan Haji dan Umrah yang Wajib Diketahui Umat Muslim untuk gambaran lebih lengkap. Namun umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan khusus yang setara dengan haji dalam hal pahala, berdasarkan hadits shahih yang sudah disebutkan di atas.
Siapa yang tidak wajib melaksanakan umroh? Umroh tidak wajib bagi mereka yang tidak mampu secara fisik maupun finansial, atau yang tidak memiliki mahram (bagi wanita yang belum memiliki suami atau mahram yang bisa menemani). Namun jika kondisi-kondisi ini terpenuhi, kewajiban umroh berlaku.
Bolehkah wanita umroh tanpa mahram? Mayoritas ulama mensyaratkan mahram untuk wanita yang bepergian jauh termasuk umroh. Namun sebagian ulama kontemporer memperbolehkan wanita dewasa yang terpercaya bepergian dalam rombongan yang aman. Truefriends sebaiknya merujuk pada fatwa dari lembaga terpercaya atau ustadz yang dipercaya untuk mendapat kejelasan sesuai kondisi masing-masing.
Penutup: Kerinduan Itu Bukan Kebetulan
Barangkali, setiap kerinduan kepada Baitullah adalah pengingat untuk semakin mendekat kepada Allah SWT.
Jika hari ini truFriends sedang memantapkan niat untuk berangkat umroh, semoga Allah SWT memudahkan setiap ikhtiarnya, melapangkan jalannya menuju Tanah Suci, menerima setiap amal ibadah, dan mengaruniakan umroh yang mabrur. Aamiin.
Labbaik Allahumma labbaik.
Lihat Bless Set L.tru: Perlengkapan Umroh Lengkap untuk Perjalanan Paling Bermakna →
Baca juga: Rukun dan Wajib Umroh Lengkap — Panduan untuk Jamaah Pemula →
Baca juga: Doa Lengkap Selama Ibadah Umroh — Dari Ihram hingga Tahallul →
Baca juga: Checklist Perlengkapan Umroh Wanita — 9 Item Wajib Bawa →
Referensi: HR. Bukhari & Muslim (keutamaan umroh) · HR. Tirmidzi & Nasa’i (haji dan umroh menghapus kefakiran) · HR. Ibnu Majah (jihad wanita, doa tamu Allah) · Fiqh Sunnah Sayyid Sabiq · Syarh Nawawi ala Muslim