#trulyComfort for Hajj & Umra
Home » Blog » Haid Saat Ibadah Umrah dan Haji? Begini Hukumnya

Haid Saat Ibadah Umrah dan Haji? Begini Hukumnya

Apakah boleh menunaikan ibadah umrah dan haji ketika haid? Pertanyaan tersebut mungkin dipikirkan oleh para muslimah yang ingin berangkat ke Tanah Suci. Ya, wanita memiliki kemungkinan untuk mengalami haid selama menjalankan ibadah umrah dan haji.

Ketika wanita berada di masa haid, ada banyak aktivitas dan ibadah yang tidak boleh dilakukan. Karena, haid sendiri adalah hadas besar. Sedangkan, salah satu syarat untuk beribadah dalam Islam adalah suci dari hadas dan najis. Lantas, bagaimana cara muslimah menangani haid ketika menjalankan ibadah umrah dan haji? Cari tahu jawabannya di berikut ini. 

Baca Juga: Ini Ketentuan Baju Ihram Wanita Sesuai Sunah

Hukum Menjalankan Ibadah Haji dan Umrah Saat Haid

Ada beberapa ibadah haji dan umrah yang boleh dijalankan oleh wanita haid, truFriends. Hanya saja, wanita haid tidak boleh melakukan tawaf di Ka’bah. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:

إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ، فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ

Artinya: “Haid adalah kondisi yang Allah takdirkan untuk putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari 294 & Muslim 2976)

Ihram Bagi Wanita Haid

Menurut Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Minhaj, disunahkan wanita haid atau nifas untuk mandi sebelum ihram, sebagaimana disunahkan pula bagi selain wanita haid. 

Untuk wanita haid atau nifas, mandi lebih diharuskan, karena ada hadis Rasulullah dari Jabir ibn Abdullah, yakni:

حتى أتينا ذا الحليفة فولدت أسماء بنت عميس محمد بن أبي بكر، فأرسلت إلى رسول اللہ ﷺ كيف أصنع؟ قال: اغتسلي واستنفري بثوب وأخر مي

Artinya: “Ketika kami tiba di Dzulhulaifah, Asma binti Umais melahirkan putranya yang bernama Muhammad bin Abu Bakar. Asma mengirim orang menemui Rasulullah untuk menanyakan, Apa yang harus saya lakukan?’ Rasulullah bersabda: ‘Mandi dan tutuplah (tempat keluar darah nifas) dengan kain, lalu berihramlah.” (HR. Muslim)

Hadis Ibnu Abbas dari Nabi, beliau bersabda:

الحائض والنفساء إذا أتتا على الوقت تغتسلان وتحرمان وتقضيان المناسك كلها غير الطواف بالبيت

Artinya: “Wanita nifas dan haid, bila keduanya mendatangi miqat, hendaknya keduanya mandi dan berihram serta menunaikan Manasik seluruhnya selain thawâf di Baitullah.” (HR. Abu Dawud No. 1744 dan selainnya, dishahihkan dalam Shahih Abu Dawud)

Setelah mandi besar kemudian wanita haid atau nifas dapat mengerjakan ihram haji dan umrah secara bersamaan atau secara Haji Qiran. Setelah itu, dapat mengerjakan kegiatan haji seperti: mabit di Mina, wukuf, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah, memotong hewan sembelihan dan tahalul awal. 

Apabila masih dalam keadaan haid, maka jangan mengerjakan thawaf ifadhah hingga haid berhenti. Jika wanita haid berihram dengan niat haji ifrad atau Qiran, ketika sampai Mekah masih keadaan haid, maka tidak perlu mengerjakan thawaf Qudum.

Wanita Haid Ketika Ihram

Datangnya haid seringkali tidak terduga. Mungkin saja haid datang ketika sedang berihram atau sesudah ihram, sehingga ketika wukuf, mabit, thawaf dan sa’i masih dalam keadaan haid. Menurut Jumhur beberapa ulama, wanita tersebut boleh berihram untuk haji bersama umrahnya, sehingga haji-nya menjadi haji Qiran.

Hukum Thawaf Ifadhah Ketika Haid

Tawaf ifadhah adalah salah satu rukun haji yang harus dijalankan. Namun, ulama sepakat bahwa wanita haid tidak boleh melakukan thawaf di Baitullah. Bila wanita haid tetap melakukan thawaf, maka ada beberapa pendapat tentang sah atau tidaknya thawaf tersebut. 

Mayoritas Ahlul Ilmi, sebagaimana pendapat Malikiyah, Syafiiyah, Hanbali dalam satu pendapatnya, dan Dhahiriyah mereka menghukumi bahwa thawaf yang dilakukan wanita haid yang tetap melakukan thawaf adalah tidak sah. Karena menurut mereka, suci dari hadas besar adalah syarat thawaf.

Namun, jika wanita haid atau nifas terdesak untuk meninggalkan kota Mekah segera dan belum melaksanakan thawaf ifadhah, maka dalam Madzhab Hanafi diperbolehkan untuk thawaf ifadah yang diawali dengan mandi lalu menutup tempat keluarnya darah dengan rapat. Kemudian thawaf dilanjutkan dengan sa’i, tetapi dikenai denda menyembeli badanah atau unta yang gemuk.

Madzhab Hanbali memperbolehkan thawaf ifadhah bila terpaksa atau karena takut ditinggalkan rombongan, dan wanita haid atau nifas tersebut tidak kena dam.

Thawaf Wada Wanita Haid

Wanita haid atau nifas yang akan meninggalkan kota Mekah, maka wajib untuk melakukan thawaf Wada. Namun karena masih haid dan jemaah haji harus meninggalkan kota Mekah, maka diperbolehkan untuk tidak melakukan thawaf wada dan tidak perlu membayar fidyah atau denda lainnya. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis:

أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ، إِلَّا أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الحَائِضِ

Artinya: Ibnu Abbas meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Manusia diperintahkan untuk melaksanakan thawaf wada di Baitullah sebagai akhir dari rangkaian ibadah haji. Dan bagi perempuan yang sedang haid, diberikan keringan untuk tidak melakukannya.” (HR Bukhari dan HR Muslim)

Bolehkah Minum Obat Penunda Haid?

Ada beberapa pendapat mengenai konsumsi obat penunda haid. Mengutip dari buku Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah (Edisi Revisi) ada dua pendapat, yakni:

1. Diperbolehkan

Wanita boleh minum obat penunda haid apabila dalam keadaan darurat dan ada izin dari suami atau rekomendasi dari dokter.

2. Tidak Diperbolehkan

Wanita tidak boleh diperbolehkan minum obat penunda haid jika tidak ada izin dari suami dan tanpa saran dokter. Mengonsumsi obat penunda haid ada banyak efeknya dan dapat menimbulkan mudarat bagi wanita. 

Sebelum berangkat ke Tanah Suci alangkah baiknya truFriends melihat pola haid tiga bulan terakhir, lalu cocokkan dengan jadwal ibadah nanti. Apabila pola haidnya tidak bertabrakan dengan rangkaian ibadah, truFriends tidak perlu minum obat penunda haid.

Tips Menghadapi Haid Ketika Ibadah Umrah dan Haji

Berikut ini adalah beberapa tips saat haid datang ketika ibadah umrah dan haji, yaitu:

1. Jangan panik, terima dengan ikhlas

Adalah sebuah fitrah wanita untuk mengalami haid. Karena itu, jangan panik ataupun bersedih ketika mendapat haid di perjalanan haji atau umrah. Datangnya haid juga merupakan ketetapan Allah SWT, sehingga hal ini tidak bisa dipungkiri. 

2. Menggunakan pembalut yang rapat

Ketika haid datang, sebaiknya truFriends harus mencari pembalut terbaik yang rapat agar darah tidak merembes. Ini namanya istisfar atau menggunakan pembalut lebih rapat.

3. Melakukan ibadah haji dan umrah yang tidak dilarang ketika haid secara sungguh-sungguh

Seperti yang sudah ditulis di atas, ada beberapa kegiatan ibadah haji dan umrah yang tidak dilarang ketika haid.  Beberapa ibadah selain thawaf masih bisa dilakukan.

4. Bawa pakaian haji dan umrah yang nyaman agar tenang

Penting untuk truFriends agar mengenakan pakaian haji dan umrah wanita yang nyaman dan adem. Pastikan bahan pakaian yang digunakan berdaya nafas yang baik, sehingga truFriends tidak kepanasan di bawah terik matahari Arab Saudi yang panas. Dengan begitu, wanita yang sedang haid maupun tidak akan tetap tenang dan merasa nyaman menjalankan ibadah. 

Baca Juga: Ini Tips dan Persiapan Sebelum Berangkat Umrah, Penting!

Temukan Pakaian Haji dan Umrah Wanita yang Nyaman di L.tru!

Cari pakaian haji dan umrah wanita yang nyaman dan sejuk? truFriends dapat temukan di L.tru! Paket bless series di L.tru begitu lengkap yang berisi gamis/tunik, celana, bergo hajj, inner hijab, manset shalat, serta kaus kaki di satu tas yang praktis.

Bless series tersedia dalam dua warna, hitam dan putih, dengan material yang lembut, sejuk dan ringan. Yuk, dapatkan serangkaian pakaian haji dan umrah wanita Bless Series L.tru sekarang juga hanya di website L.tru! #UmraAttire #HajjAttire #IbadahNyaman #HajjStories #UmraStories

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

L.tru Official

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu