Jakarta, CNN Indonesia — Publik selama ini mengenal tokoh kartun Mice sebagai tokoh yang cerewet dan suka berkomentar soal kondisi lingkungan sekitarnya. Gaya berkomentarnya yang terkesan satir memang menimbulkan tawa termasuk berkomentar soal makhluk Tuhan yang menurutnya paling mudah dimengerti alias wanita.

Tokoh nyentrik ini pun digandeng label busana muslim L.tru (baca el-tru), untuk berkolaborasi untuk koleksi terbarunya bertajuk “Dear Woman, L.tru X Mice Cartoon”.

Aju Isni Karim, Board of Director PT Truwear Asa Link mengungkapkan L.tru mengimplementasikan definisi atau gambaran Mice soal wanita dalam 30 busananya dalam peragaan busana dalam gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2018.

Label busana muslim L.tru berkolaborasi dengan tokoh kartun Mice sehingga melahirkan koleksi busana yang nyentrik, riang, dan bermain-main dengan warna. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)


“Kami terinspirasi dari potret wanita di mata Mice, (tapi) L.tru tetap menyarikan dan tidak lepas dari DNA L.tru,” kata Isni pada CNNIndonesia.com sesaat sebelum peragaan busana di area JFW 2018, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).
Dapat diakui bahwa kolaborasi L.tru dan Mice Cartoon begitu unik. Pasalnya, L.tru sendiri merupakan label busana muslim yang mana kesan sopan dan kalem begitu melekat pada mereka yang mengenakan modest wear.

Namun, memang busana-busana yang dihadirkan tak sesuai dengan ekspektasi di awal. Kolaborasi dengan kartunis sering menimbulkan ekspektasi akan tertuangnya karya-karya sang kartunis pada busana. Kali ini, sketsa Mice hanya dapat ditemukan pada kerudung, lengan, atau saku baju.

Peragaan busana kolaborasi L.tru dan Mice Cartoon. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
L.tru berusaha menerjemahkan tokoh Mice yang ‘fun’ dalam warna-warna khas Mice yakni warna ‘ngejreng’ seperti kuning, biru, pink serta tosca. Meski demikian, warna monokrom sebagai ciri L.tru tetap dimainkan.

Label busana muslim ini tetap menampilkan busana dengan siluet longgar dalam potongan terusan, blus, kemeja, celana panjang, rok panjang, vest, blazer dan busana tiga potong. Keunikan koleksi ini juga tampak pada detail berupa kerah yang disematkan secara ‘serampangan’ tapi artsy. Menurut Isni, detail ini adalah cara L.tru menggambarkan Mice yang sering berkomentar seenak hatinya, jujur dan polos.

“Enggak ada yang bisa mengekang Mice. Nah, itu kami terjemahkan dalam cutting yang dekonstruktif, pocket besar dan sisi maskulin dia dalam collar illusion,” katanya.

Peragaan busana kolaborasi L.tru dan Mice Cartoon. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Namun tetap saja, dalam koleksi L.tru, Mice tak bisa ‘secerewet’ biasanya. Ia harus tetap dalam alur atau DNA L.tru. Tak begitu terasa DNA seorang Mice dalam koleksi terbatas kali ini.

Sementara itu diakui Mice, ini adalah kolaborasi pertamanya dengan dunia fashion. Suatu tantangan berkolaborasi dengan label busana muslim. Namun, ia merasa L.tru dan Mice Cartoon punya nyawa yang sama, yakni sama-sama santai.

“L.tru memiliki nyawa santai, simpel, berwarna. Mice sendiri punya nyawa yang santai serius dijadikan santai. Kita santai-santai saja deh,” kata Mice dalam sebuah konferensi pers. (rah)