REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakaian tidak hanya sekedar sebagai penutup tubuh dan memberi identitas. Namun pakaian dapat berbicara tentang diri pemakainya. Hal setara juga muncul dalam komik yang secara tidak langsung memunculkan kekhasan dan gaya pada karya yang dibuat.

Kesamaan itu membawa merek busana Muslim L.tru mengajak komikus Muhammad Mirsad atau Mice bekerja sama dalam karya terbarunya bertajuk “Dear Woman, L.tru X Mice Cartoon”. Kemarin (24/10), di ajang Jakarta Fashion Week 2018 L.tru memamerkan 30 karya terbarunya yang digarap bersama Mice.

Aju Isni Karim, Board of Director PT. Truwear Asa Link tempat L.tru bernaung, memiliki alasan sendiri mengapa Mice diajak untuk berkolaborasi. “Sebagai pria yang memiliki sisi maskulin dari caranya melontarkan pikirannya terhadap suatu isu, kami ingin menghadirkan komik dari Mice berbicara melalui pakaian kami,” kata wanita yang disapa Isni ini.

Model memperagakan karya L.tru berkolaborasi dengan Mice Cartoon pada ajang Jakarta Fashion Week 2018 di Senayan City, Jakarta, Selasa (24/10). Koleksi bertajuk Dear Woman tersebut terinspirasi dari karya Mice tentang perempuan.

Mice menerima ajakan dari L.tru sebagai tantangan. Pria berusia 47 tahun ini mengaku tertarik dalam penyaluran komik dalam busana muslimah. “Mungkin sudah banyak kreator komik atau artsy yang berkolaborasi dalam fashion, namun saya sendiri merasa tertantang karena medianya adalah busana Muslim,” katanya pada konferensi pers sebelum peragaan busana berlangsung.

Pengerjaan koleksi menghabiskan waktu selama enam bulan. Diawali oleh Mice yang membuat 12 komik strip dengan tema “Dear Woman” dan dilanjutkan oleh tangan-tangan kreatif L.tru. Pakaian yang ditampilkan dalam JFW 2018 pun akan dijual secara terbatas di beberapa outlet L.tru.

Isni mengatakan bahwa L.tru tidak memiliki kesulitan dalam bekerja sama dengan Mice. Sosoknya yang santai dan seperti pembawaan tokoh Mice membuat L.tru memiliki kebanggan dalam pembuatan karyanya. “Kami memadukan gaya Mice yang colorful dan ceriwis kami dan mengaplikasikan kartunnya dalam detail pakaian seperti bagian bawah celana dan punggung kemeja,” kata Isni.

Mice yang mengangkat isu wanita dalam komiknya mengaku lebih menahan satir komik stripnya ini. “Wanita berhijab mencoba untuk memperbaiki dirinya, saat ini saya belajar lebih bijak dalam melihat sosok wanita berhijab baik dari sisi religius maupun sosial,” kata Mice.

Dalam salah satu komik kolaborasinya, Mice memberikan gambaran bagaimana wanita yang tidak suka bertemu dengan wanita lain yang menggunakan baju serupa, namun sering menggunakan dress code dengan teman-temannya. Juga dengan perbandingan kebanggaan dua wanita yang memiliki barang branded namun membeli secara cicilan dan barang KW atau tiruan namun membeli lunas.

Semua dialihbahasakan dalam karya L.tru di bahan linen, poliester dan semi wol. Menghasilkan pakaian terusan, blus, kemeja, celana panjang, rok panjang, vest, blazer hingga busana tiga potong siluet khas L.tru. Pakaian yang akan dijual dalam jumlah terbatas selama satu bulan ini memiliki kisaran harga Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta.

Mice belum pernah melihat hasil kolaborasinya sebelum peragaan busana dimulai. Setelah peragaan busana selesai Mice mengaku hasilnya di luar ekspektasinya. “Saya kira komik strip itu akan banyak tertuang, namun ternyata bagian warna nyentrik yang ditonjolkan,” katanya.