#trulyComfort for Hajj & Umra
Home » Blog » Sejarah Qurban Nabi Adam AS dan Nabi Muhammad SAW

Sejarah Qurban Nabi Adam AS dan Nabi Muhammad SAW

Sejarah Qurban identik dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang mana kemudian diabadikan menjadi Hari Raya Idul Adha. Ibadah qurban selalu dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah hingga tanggal 13 Zulhijah kedepan.

Ternyata, sebelum peristiwa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail As tersebut, para Nabi diantarany Nabi Adam AS telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan qurban melalui wahyu Allah.

Melaksanakan ibadah qurban yaitu penyembelihan hewan ternak merupakan salah satu cara beriman kepada Allah SWT, berupa suatu bentuk kepasrahan sekaligus tanda akan ketaqwaan hambaNya dan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: 10 Perbedaan Haji dan Umrah yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Sejarah Qurban Para Nabi

1. Sejarah Qurban Nabi Adam AS

Diceritakan ketika Nabi Adam dan Hawa dikaruniai anak kembar yaitu Habil dan Labuda, serta Qabil dan Iqlima. Untuk melanjutkan keturunan, Allah SWT memerintahkan mereka untuk menikahi saudaranya namun harus dengan  saudara yang bukan pasangan kembarnya (persilangan), Qabil dengan Lubuda dan Habil dengan Iqlima.

Allah swt pun kemudian memerintahkan mereka untuk berqurban sebagai syarat pernikahan. Kurban siapa yang diterima Allah, maka dialah yang berhak menentukan dengan siapa akan menikah.

Nahasnya, Qurban Qabil tidak diterima Allah swt sehingga membuatnya marah dan  ingin membunuh Habil, seperti yang terdapat dalam firman Allah pada Surat Al – Maidah ayat 27 :

“Ceritakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Maidah : 27)

Dari kisah yang telah diceritakan tersebut dapat diambil pelajaran bahwa hendaknya kita sebagai seorang muslim untuk mematuhi perintah Allah SWT dan terus berusaha untuk terus menerima takdir dengan berharap ridho dari Allah SWT.

2. Sejarah Qurban Nabi Muhammad SAW

Pada jaman Nabi Muhammad SAW, Allah juga memerintahkannya untuk berqurban dalam Al Quran.

“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS Al Kautsar: 3)

Nabi Muhammad SAW juga melaksanakan qurban yang mana beliau berkurban dua ekor kambing putih dengan tanduk besar sesuai dengan riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. 

Tidak hanya itu, pada saat melakukan Haji Wada di Mina, Nabi Muhammad SAW berkurban sebanyak 100 unta dan sebagian besar Nabi sendiri yang menyembelih kemudian dilanjutkan oleh Ali bin Abu Thalib.

Baca Juga: Urutan Manasik Haji dari Awal hingga Akhir

Meneladani Sejarah Qurban dari Kisah Nabi

Dari kisah teladan para Nabi tersebut, banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil diantaranya belajar ikhlas dan menjadi hamba yang lebih taat kepada Sang Pencipta.

Kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintah untuk menyembelih anak kesayangannya, Nabi Ismail AS bukanlah hal yang mudah. Namun karena ketaatan akan perintah Allah dan juga keikhlasannya karena semuanya adalah milik Allah membuat Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah swt. 

Hal ini tertuang dalam surat As-Saffat : 104-107

“Lalu Kami panggil dia, Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Q.S. As-Saffat [37]: 104-107).

Kemudian dilanjutkan lagi mengenai perintah berqurban oleh Allah swt dalam surat Al-Hajj ayat 34

“Dan bagi setiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang diberikan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada mereka yang tunduk patuh (kepada Allah).” (Al-Hajj ayat 34).

Mukena dan Pakaian Nyaman Idul Adha 

Itulah sejarah mengenai qurban yang dilakukan oleh Nabi-nabi kita. Nah, selain berqurban, hal lain yang tidak boleh terlewatkan saat Idul Adha adalah sholat ied dan berkumpul dengan saudara dan teman. Untuk melakukannya, tentu kita memerlukan pakaian dan mukena yang nyaman bukan?

https://www.ltru.co.id/category/10150/6209/pray-umra-amp-hajj

Dengan rangkaian bless series dari Ltru. Dapatkan berbagai koleksi yang  berisi set gamis atau set tunik dan celana, bergo hajj, inner hijab, manset shalat, serta kaus kaki dalam satu tas yang praktis hanya di L.tru. #UmraAttire#HajjAttire#IbadahNyaman#HajjStories#UmraStories

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

L.tru Official

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu