#trulyComfort for Hajj & Umra
Home » Blog » Tahun Baru Islam, Sejarah & Maknanya Bagi Umat Islam

Tahun Baru Islam, Sejarah & Maknanya Bagi Umat Islam

Tahun Baru Islam 1445 H jatuh pada tanggal 19 Juli tahun 2023. Tahun baru Islam atau Hijriyah ditandai dengan dimulainya penanggalan 1 Muharram atau Satu Suro.

Tahun baru Islam ini menjadi momen yang penting dalam sejarah umat muslim yang ada di seluruh dunia. Tapi pengertian dari Tahun baru Islam sendiri perlu truFriends ketahui. Bisa jadi masih ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui akan tahun baru Islam, sejarah dan maknanya. 

Lalu apa itu tahun baru islam, sejarah dan maknanya bagi umat islam? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Pengertian Tahun Baru Islam

Tahun baru Hijriyah, juga dikenal sebagai tahun baru Islam, hal ini merujuk pada tahun baru dalam kalender Hijriyah. Kalender Hijriyah sendiri merupakan kalender yang digunakan dalam agama Islam. Tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Berbeda dengan sistem penanggalan dalam kalender Masehi yang umum digunakan saat ini, kalender Hijriyah memiliki sistem penanggalan yang berbeda. Sistem penanggalan dalam kalender Islam ditentukan berdasarkan siklus bulan.

Sejarah Tahun Baru Islam

Pengertian tahun baru Hijriyah telah diketahui. Sekarang mari kita bahas sejarah tahun baru Hijriyah dan awal ditetapkannya kalender Hijriyah sebagai kalender Islam.

Sejarah penetapan tahun baru Islam atau awal penanggalan Hijriyah dapat ditelusuri kembali ke peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekah ke Madinah. Peristiwa tersebut merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 622 Masehi. Hari itu ditetapkan sebagai hari pertama dalam penanggalan Hijriyah atau kalender Islam, yang dikenal sebagai 1 Muharram 1 Hijriyah.

Sejarah penetapan awal penanggalan kalender Hijriyah sebagai awal tahun Hijriyah tidak terlepas dari peran Khalifah Umar bin Khattab. Dilansir dari laman resmi Al Ain University, Khalifah Umar bin Khattab memprakarsai penetapan awal tahun baru Islam tersebut dengan persetujuan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Penggunaan penanggalan Hijriyah sebagai momen awal kalender Islam dimulai dengan menetapkan tahun 622 Masehi (tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW) sebagai tahun pertama kalender Hijriyah. Pada saat itu, ini terjadi pada tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah atau sekitar 3-4 tahun setelah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Begini Tips Pilih Travel Umrah dan Haji

Tujuan Memperingati Tahun Baru Islam

Berikut ini adalah tujuan memperingati tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah, sebagai berikut:

1. Mengenang Peristiwa Hijrah

Tahun baru Islam memperingati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekah ke Madinah. Dengan merayakan tahun baru ini, umat Muslim menghormati dan mengenang momen penting dalam sejarah agama Islam.

2. Menguatkan Identitas Muslim

Perayaan tahun baru Hijriyah membantu umat Muslim untuk menguatkan dan memperkokoh identitas keagamaan mereka. Hal ini memberikan kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai Islam, memperdalam pemahaman agama, serta memperkuat ikatan antara sesama Muslim.

3. Menghidupkan Sunnah Nabi

Memperingati tahun baru Islam adalah salah satu cara umat Muslim untuk menghidupkan sunnah atau tindakan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat yang mengikuti jejak Nabi, perayaan tahun baru Hijriyah menjadi kesempatan untuk mengikuti sunnah beliau dalam memperingati dan menghormati peristiwa hijrah.

4. Momen Penyadaran dan Refleksi 

Tahun baru Hijriyah juga memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi dan refleksi diri. Ini adalah waktu untuk mengevaluasi amal perbuatan, meningkatkan kualitas iman dan ibadah, serta menetapkan tujuan dan perbaikan diri untuk tahun yang akan datang.

5. Persatuan Umat Muslim

Perayaan tahun baru Islam membawa umat Muslim dari berbagai latar belakang budaya, etnis, dan geografis bersama-sama dalam kesatuan. Ini adalah momen yang mengingatkan mereka bahwa mereka adalah bagian dari umat yang lebih besar dan saling mendukung dalam pengabdian kepada Allah SWT.

Dengan demikian, memperingati tahun baru Islam memiliki tujuan yang mencakup penghormatan terhadap sejarah dan peristiwa penting dalam agama Islam, penguatan identitas keagamaan, mengikuti sunnah Nabi, refleksi pribadi, serta memperkuat persatuan umat Muslim.

Kegiatan Tahun Baru Islam

Jika truFriends dan keluarga belum memiliki rencana memperingati Tahun Baru Islam, berikut ini ada empat kegiatan Tahun Baru Islam 2023 yang bisa diadakan. 

1. Doa Bersama

Pada malam tahun baru Islam, tradisi doa bersama dapat dilakukan. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, terdapat doa khusus yang dipanjatkan untuk menutup dan memulai tahun yang baru. Mengutip laman NU Online, melalui ulama Utsman bin Yahya dalam kitabnya Maslakul Akhyar menuliskan lafal doa akhir tahun  yang berbunyi sebagai berikut:

“Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fî hadzihi sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîha ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da‘autani ilat taubati min ba‘di jara’ati ‘ala ma‘shiyatik.” 

“Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fîha mimma tardha, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha‘ raja’î minka ya karîm.”

Tidak hanya itu, truFriends juga bisa membaca doa awal tahun sebagai berikut ini:

“Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu‘awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal.”

“As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”

2. Ziarah Kubur

Setelah melaksanakan doa bersama pada malam tahun baru Islam, di pagi harinya dapat dilakukan ziarah kubur ke makam keluarga yang telah meninggal. Ziarah kubur juga berfungsi sebagai pengingat bahwa suatu saat nanti semua makhluk akan kembali ke pelukan Yang Maha Kuasa.

3. Pesantren Kilat

Kegiatan pesantren kilat dapat diarahkan kepada anak-anak. Penyelenggarannya dapat dilakukan oleh jemaah masjid atau sekolah. 

Selain menumbuhkan rasa cinta terhadap Islam, pesantren kilat juga bermanfaat untuk memperkenalkan agama secara menyenangkan. Terdapat berbagai kegiatan yang dapat dilakukan selama pesantren kilat, termasuk tadarus, makan bersama, dan berbagai perlombaan.

4. Berdagang atau Membuka Usaha Baru

Membuka dagangan di tahun baru Islam adalah hal yang tidak ada salahnya. Banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh umat Muslim pada awal bulan Muharram dapat menjadi sumber pendapatan bagi para pedagang.

Rasulullah juga mengajarkan bahwa salah satu pintu rezeki yang besar adalah melalui berdagang. Terdapat beberapa jenis usaha yang dapat dijalankan baik secara permanen maupun musiman, seperti berjualan busana Muslim atau menyediakan makanan khusus untuk acara-acara yang berkaitan dengan tahun baru Islam.

Memulai Tahun Baru Islam Dengan Style Baru

Nah, itulah penjelasan secara singkat mengenai tahun baru Islam. Saat melakukan kegiatan untuk merayakan tahun baru Islam, tentu kita perlu memakai pakaian yang nyaman bukan? 

Dengan serangkaian koleksi dress dari L.tru, truFriends akan mendapatkan kenyamanan dan style yang elegan ketika memakainya. Dapatkan berbagai koleksi yang berisi set baju dress muslim, dan perlengkapan muslim lainnya hanya di L.tru!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

L.tru Official

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu