#trulyComfort for Hajj & Umra
Home » Blog » Sejarah Masjid Nabawi dan Bagian Bagiannya

Sejarah Masjid Nabawi dan Bagian Bagiannya

Bagi umat Islam, Masjid Nabawi menjadi salah satu masjid istimewa yang ada di dunia. Hal ini karena Masjid Nabawi dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT sekaligus nabi terakhir. Dalam sejarah islam, Masjid Nabawi menjadi saksi perjuangan dakwah Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam hingga penjuru negeri.

Tidak berhenti sampai disini, keberadaan Masjid Nabawi yang begitu istimewa ini karena terdapat makam Nabi Muhammad SAW dan para Khalifah yang berjuang semasa awal peradaban Islam. Dalam sejarah Islam, Masjid Nabawi adalah masjid ketiga yang dibangun dan di urutan kedua masjid terbesar di dunia.

Baca Juga: Sejarah Ka’bah dan Munculnya Arah Kiblat 

Apa Itu Masjid Nabawi?

Masjid Nabawi adalah tempat paling suci kedua bagi umat Islam setelah Masjidil Haram yang ada di Mekah. Masjid ini dahulunya diyakini sebagai tempat tinggal Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Selain itu, Masjid Nabawi juga menjadi bangunan yang dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan sosial dan keagamaan.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, pergantian penguasa Madinah turut memperluas area Masjid Nabawi. Bahkan di tahun 1909, masjid ini menjadi salah satu tempat terang di Jazirah Arab karena telah menerima aliran listrik. Masjid ini merupakan Masjid Nabi yang selalu dijaga keamanan dan keindahannya.

Nabi Muhammad SAW sendiri adalah imam pertama Masjid Nabawi. Sesudah wafat, para sahabat melanjutkan tugas suci sebagai pemimpin shalat. Sementara muazin pertama adalah Bilal bin Rabbah yang saat itu ditunjuk langsung oleh Nabi Muhammad SAW. 

Bagi umat Islam sendiri, saat mengunjungi Masjid Nabawi tidak akan melewatkan Raudhah. Ini merupakan tempat yang disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu di antara taman-taman surga. Area ini berada di antara kamar Nabi atau sekarang makam Nabi dan mimbar untuk berdakwah di dalam masjid lama.

Luas Masjid Nabawi

Masjid Nabawi masuk dalam kategori masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah. Lalu berapa luas sebenarnya dari Masjid Nabawi ini? Ternyata luas Masjid Nabawi mencapai 1.060 x 580 meter persegi. Luas ini mencakup pelataran masjid dengan luas 1.300 x 785 meter persegi yang dapat memuat satu juta jemaah di dalam dan 800 ribu di pelataran masjid.

Di Masjid Nabawi terdapat 250 payung otomatis yang difungsikan untuk melindungi jemaah dari panasnya terik matahari atau hujan. Ukuran Masjid Nabawi yang sangat luas ini membutuhkan setidaknya 3.200 orang pekerja untuk membersihkannya. 

Interior Masjid Nabawi

Masjid Nabawi telah diperluas beberapa kali oleh para pengikut Rasulullah SAW. Maka dari itu terdapat penambahan di beberapa bagian. Saat ini Masjid Nabawi memiliki 27 kubah yang masing-masing beratnya 80 ton. Menariknya, kubah-kubah ini dilengkapi dengan teknologi sliding dome atau dapat digeser untuk dibuka maupun tutup secara otomatis sesuai kebutuhan. 

Sebanyak 12 kubah masing-masing ditempatkan di sayap kiri dan kanan, sementara tiga kubah berada di sayap bangunan utama Masjid Nabawi. Kubah-kubah ini merupakan proyek perluasan Raja Fahd yang disebut-sebut sebagai perluasan paling menyeluruh. Selain itu, dipasang juga payung raksasa yang sempat menjadi tren. Sampai pada akhirnya arsitektur Masjid Nabawi ini diikuti masjid di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Berikut ulasan lengkap mengenai interior Masjid Nabawi, yaitu:

1. Tiang Duta Usman

Bagian pertama adalah tiang duta utusan, di mana ini adalah tempat Nabi Muhammad SAW dahulu pertama kali menerima utusan. 

2. Tiang Pengawal

Tiang pengawal merupakan tempat para pengawal nabi berdiri saat Nabi Muhammad SAW masuk ke dalam Masjid Nabawi.

3. Tiang Tempat Tidur

Nabi Muhammad SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur saat i’tikaf di Masjid Nabawi.

4. Tiang Abu Lubabah

Tiang ini dinamakan Tiang Abu Lubabah karena di sinilah Abu Lubabah mengikat dirinya selama tujuh hari hingga Allah SWT menerima taubatnya. Hal ini karena Abu Lubabah membocorkan rahasia nabi kepada kaum Yahudi.

5. Tiang Aisyah

Pada tiang ini dahulunya Nabi Muhammad SAW mengimami shalat sampai ada perubahan kiblat dari Masjid al-Aqsa ke Masjidil Haram. Mihrab ini dinamakan Mihrab Nabawi asy-Syarif.

6. Tiang Mukhallaqah

Tiang Mukhallaqah adalah tiang yang melekat pada mihrab Nabi Muhammad SAW di arah kiblat. 

7. Mihrab Nabawi

Ini merupakan tempat Khalifah Umar bin Abdul Aziz melakukan sholat pertama kali di sebuah mihrab di tahun 91 H.

8. Mihrab Utsmani

Sesuai namanya, Mihrab Utsmani adalah tempat Khalifah Usman bin Affan mengimami shalat. Sekarang juga menjadi tempat imam Masjid Nabawi.

9. Mihrab Hanafi

Mihrab Hanafi merupakan tempat Imam Hanafi pernah mengimami shalat dalam Masjid Nabawi. Pada saat itu keempat imam memiliki mihrab berbeda saat mengimami shalat.

10. Mihrab Tahajud

Ini merupakan tempat Nabi Muhammad SAW melakukan shalat tahajud.

11. Mimbar

Di Masjid Nabawi sekarang ini adalah mimbar Sultan Murad 3 dari Dinasti Usman tahun 998 H.

12. Tempat Muazin

Tempat Muazin terletak di sebelah Utara Mimbar Nabawi. Tempat ini juga difungsikan sebagai penguat suara takbir imam saat shalat lima waktu.

13. Panggung Sekitar Tempat Tahajud

Ini merupakan tempat yang dibangun Sultan Nuruddin Zanki sebagai panggung petugas keamanan.

14. Tempat Ahlu Suffah

Suffah diartikan sebagai tempat berteduh. Dahulu para sahabat tinggal di tempat ini karena tidak memiliki rumah dan tentu saja karena ingin menimba ilmu dari Nabi Muhammad SAW.

15. Bab Baqi

Bab Baqi adalah pintu yang berhadapan dengan Bab Salam.

16. Bab Jibril

Bab Jibril berada di bagian Timur. Disebut juga sebagai Bab Nabi karena Nabi sering masuk melalui pintu ini.

17. Bab Nisa’

Bab Nisa’ adalah pintu khusus wanita yang dibuka oleh Umar bin Khattab pada tahun 12 H. 

18. Bir Thalhah

Bir Thalhah adalah sumur yang dahulunya milik Abu Thalhah lalu diinfakkan hanya untuk mengharap ridha Allah SWT. 

19. Bab Salam

Bab Salam adalah pintu yang dibuka Umar bin Khattab pada tahun 12 H.

20. Rumah Abu Bakar RA

Rumah Abu Bakar RA ini dahulunya terletak setelah tiang kelima yang sejajar dengan Bab Shiddiq.

Letak Masjid Nabawi

Masjid Nabawi terletak di Al-Haram, Madinah, Hejaz, Arab Saudi. Pada awalnya masjid ini berada di samping rumah Rasulullah SAW pada 632 H dan telah melalui berbagai perluasan selama lebih dari 1.400 tahun. 

Letak Masjid Nabawi sangat strategis yakni di tengah kota Madinah dan di sekelilingnya terdapat hotel serta pasar. Masjid Nabawi selalu jadi destinasi utama jamaah haji dan umrah. Di mana terdapat makam Nabi Muhammad SAW juga yang letaknya di sekitar komplek masjid.

Baca Juga: Deretan Masjid di Madinah yang Harus truFriends Kunjungi

Berangkat Haji dan Umrah dengan Pakaian yang Nyaman

Itulah informasi mengenai Masjid Nabawi yang terletak di Madinah. truFriends akan mengunjungi masjid ini ketika berangkat haji dan umrah. Masjid ini begitu indah dan memiliki arsitektur unik.

truFriends jangan lupa untuk membawa pakaian haji dan umroh yang memiliki bahan nyaman dan adem. truFriends tidak perlu kesulitan mencarinya, karena L.tru memiliki Bless Series yang berisi gamis atau tunik, celana, bergo hajj, inner hijab, manset shalat, dan kaus kaki dalam satu tas yang sangat praktis.

Bless Series L.tru memiliki dua warna yakni, hitam dan putih untuk memenuhi kebutuhan ibadah haji dan umrah para muslimah. Jadi, jangan tinggalkan kesempatan untuk merasa nyaman selama ibadah haji atau umrah. Dapatkan pakaian haji dan umroh wanita lengkap satu set sekarang juga di L.tru!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

L.tru Official

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu